Minggu, 28 Oktober 2012

Dunia Pendidikan di Indonesia



Menurut saya pendidikan di Indonesia bisa dilihat dari beberapa sudut pandang, jadi ada baiknya dan ada buruknya. Pendidikan dimana pun pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing. Disini saya sebagai seorang pelajar akan memberikan penilaian terhadap pendidikan yang ada di Indonesia sekarang ini.

Dilihat dari sistemnya, pendidikan di Indonesia ini mengajarkan seluruh mata pelajaran di setiap sekolah, seperti IPA, IPS, BAHASA, MATEMATIKA, PKn, TIK dan lain-lain. Dimana terdapat rincian yang lebih mendalam mengenai IPA yang terdiri dari kimia, biologi, fisika, dan IPS yang didalamnya ada Sosiologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Akuntansi, serta BAHASA yang terdiri dari Bahasa Indonesia, Jawa, Inggris, dan sebagainya. Hal ini memberikan dampak positif terhadap siswa siswinya, dimana mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih luas mengenai dunia luar. Akan tetapi semua itu juga memberatkan siswa, karena mereka harus mengerti akan semua hal itu supaya mereka dapat mengerjakan tes tes yang diberikan di sekolah, sebab nilai yang baik sangat mempengaruhi kenaikan kelas seorang siswa. Dalam hal ini nilai dianggap segala-galanya karena nilai sangat berpengaruh didalam pendidikan.

Saya akan jelaskan lebih dalam mengenai hal diatas. Contohnya saja, ketika jam pelajaran pertama siswa mendapatkan pelajaran biologi, didalam ilmu biologi diajarkan mengenai adanya bakteri, virus, tumbuhan, binatang, lingkungan, dll. Dijelaskan, bagaimana perkembangan virus, bakteri dan apa yang menyebabkan mereka dapat hidup serta dijelaskan pula akibatnya jika virus maupun bakteri berkembang didalam tubuh manusia. Hal ini membuat siswa siswi menjadi tahu akan apa yang ada disekitar kita. Sehingga mereka dapat mewaspadai bagaimana cara mengantisipasi diri dari virus maupun bakteri yang merugikan manusia. Dan pada jam pelajaran selanjutnya, siswa siswi mendapatkan pelajaran sosiologi, didalam sosiologi dijelaskan, apa itu makhluk sosial, bagaimana cara bersosialisme, apa pentingnya bersosialisasi dengan orang lain dan sebagainya. Hal ini juga dapat mempengaruhi siswa siswi dalam berperilaku yang baik didalam masyarakat. Jadi intinya, ketika siswa diberikan pelajaran mengenai semua yang ada disekitarnya secara rinci, maka mereka mempunyai wawasan yang lebih luas, dimana wawasan tersebut dapat membuat siswa siswi berfikir jauh kedepan untuk dapat menghadapi serta menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi. Dalam hal ini, siswa juga tidak mudah bosan dengan banyaknya pelajaran yang didapat karena banyaknya pelajaran dianggap sebagian siswa sebagai variasi pendidikan. Namun dampak negative dengan diajarkannya semua pelajaran kepada tiap tiap siswa adalah, mereka cenderung bingung untuk mendalami pelajaran yang diberikan, akibatnya siswa tidak dapat fokus dengan satu pelajaran saja, tetapi semua pelajaran harus mereka mengerti agar mendapat nilai diatas rata-rata. Karena hal inilah siswa menjadi terobsesi dengan nilai yang bagus, sebab sebagian masyarakat menganggap jika nilai disekolah bagus, itu berarti anak tersebut lebih pandai daripada yang mendapat nilai dibawah rata-rata. Karena obsesi yang besar untuk mendapat anggapan bahwa mereka “anak pandai”, banyak siswa yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai tujuannya itu. Dengan menghafal ketika akan ulangan, mencontek teman yang dirasa lebih pandai dari diri sendiri, dan bahkan dengan membawa sebuah contekan didalam laci. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa bersekolah bukan untuk mencari pengetahuan namun untuk mencari sebuah nilai yang dianggap segala-galanya. Pada akhirnya siswa tidak menyadari bahwa pendidikan dianggap mereka hanya sebagai formalitas. Itu berarti telah terjadi kesalahpengertian akan dunia pendidikan. Jadi menurut kalian, lebih baik jujur dengan nilai yang tidak cukup bagus karena belum sepenuhnya mengerti tentang pelajaran atau mendapat nilai bagus karena berbohong dan tidak mengerti sama sekali dengan pelajaran yang telah disampaikan, semata-mata demi mendapat sebuah anggapan “anak pintar”dari masyarakat ? Semua ini kembali lagi kepada pribadi masing-masing orang. Silahkan berfikir bijak dalam menjawab sebuah pertanyaan, karena sebuah jawaban menentukan jalan hidup anda selanjutnya.

Jika kita lihat dari segi pemahaman siswa mengenai pelajaran, itu semua tergantung dari bagaimana guru menerangkan, buku pelajaran yang dimiliki, ataupun fasilitas lain yang tersedia. Semua itu sebagai alat bantu siswa dalam mempelajari suatu hal. Disini guru berpengaruh besar dalam maju atau tidaknya siswa yang mereka didik. Misalnya, jika seorang guru hanya terpaku pada satu buku dan dia tidak mempunyai referensi lain bahkan kurang mempunyai wawasan, maka secara tidak langsung hal ini akan berdampak kepada muridnya, dimana muridnya tidak mengerti suatu pelajaran secara keseluruhan karena terbatasnya pengetahuan guru tersebut. Masalah ini sering terjadi dipelosok-pelosok desa, dimana sarana dan prasarana yang kurang memadahi disekolah menghambat mereka dalam mempelajari pengetahuan yang sifatnya berkembang dengan pesat. Tempat yang jauh dan tidak mudah dijangkau juga sering menjadi alasan pemerintah kesulitan dalam memberikan sarana dan prasarana yang baik untuk memajukan pendidikan di lingkungan masyarakat pedesaan. Oleh sebab itu, guru dan muridnya banyak yang buta terhadap teknologi karena keterbatasan sarana dan prasarana tersebut. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi dengan cepat. Mungkin hal itu jarang terjadi di perkotaan, karena masyarakat di perkotaan dapat mencari referensi lain tentang pendidikan dengan begitu mudahnya. Dimana mereka dapat memperoleh pengetahuan yang luas dari internet, tidak hanya itu, di kota sudah banyak toko buku yang tersebar di berbagai daerah . Hal ini semata mata karena dampak positif kemajuan IPTEK bagi dunia pendidikan. Jadi kesimpulannya, pendidikan di pedesaan dan di perkotaan menjadi berbeda karena sarana dan prasarana yang mereka peroleh juga berbeda. Mungkin dengan demikian, pemerintah harus lebih berusaha untuk memajukan pendidikan di pelosok desa, agar semua masyarakat sama sama mendapat pengetahuan untuk bekal dalam menjalani hidupnya.

Dari segi kepemilikan harta, sesorang yang kaya lebih mudah untuk mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah daripada sesorang yang dianggap kurang mampu. Hal ini terjadi karena mahalnya pendidikan di Indonesia. Yang membedakan pendidikan sekarang adalah, seorang yang membayar lebih mahal akan mendapat sarana dan prasarana yang lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang membayar lebih murah akan mendapat sarana dan prasarana yang cukup layak bahkan tidak layak. Kerena inilah keadilan mulai sulit ditegakkan. Bahkan sekarang ini banyak siswa berduit yang mulai berani membayar guru bahkan kepala sekolah hanya demi mendapatkan kenyamanan didalam sekolah. Lalu apa kabar dengan mereka yang kurang mampu, mungkin sekarang mereka sudah tidak dapat merasakan pendidikan karena mahalnya biaya yang dibutuhkan. Terkadang, untuk makan saja mereka bertaruh hidup hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, apalagi untuk bersekolah? Mungkin sebagian dari mereka sudah putus asa untuk dapat merasakan dunia pendidikan, bahkan untuk membayangkannya pun mungkin mereka tidak sanggup. Lalu bagaimana masyarakat miskin di Indonesia dapat berkurang, jika mereka saja kesulitan dalam mendapatkan sebuah pendidikan. Bagaimana mereka dapat hidup dengan baik di dalam dunia yang mengalami perubahan sosial yang berkembang dengan cepat, jika mereka saja tidak mengerti akan pengetahuan yang ada di dunia. Saya rasa hanya orang-orang yang mempunyai hati mulialah yang mau membantu dan memperhatikan hidup mereka agar menjadi lebih baik. Lalu siapa lagi yang dapat mengatasi ketidakadilan ini, jika bukan dari diri masing masing orang yang menyadari perbuatan ini. Kembali lagi pada biaya pendidikan yang mahal. Banyak isu beredar bahwa semua pendidikan akan digratiskan, namun kenyataannya biaya pendidikan sekarang ini justru semakin mahal. Dalam hal ini kita tidak dapat saling menyalahkan, mungkin introspeksi diri adalah salah satu cara yang tepat untuk menyadari ketidakadilan tersebut.


Dari tiga sudut pandang tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kualitas pendidikan di Indonesia sudah baik. Namun karena mahalnya biaya yang diperlukan, justru menyulitkan rakyat untuk dapat memperoleh pendidikan itu sendiri. Keadilan juga harus ditegakkan didalam dunia pendidikan, supaya semua warga dapat merasakan pendidikan yang baik di Indonesia.

3 komentar:

  1. Kunjungan perdana sobat :) slam knal
    visit n koment back y dblogq :)
    klo boleh skalian follow blogq y nnti ak follow balik.

    BalasHapus