Menurut saya
pendidikan di Indonesia bisa dilihat dari beberapa sudut pandang, jadi ada
baiknya dan ada buruknya. Pendidikan dimana pun pasti mempunyai kekurangan dan
kelebihan masing masing. Disini saya sebagai seorang pelajar akan memberikan
penilaian terhadap pendidikan yang ada di Indonesia sekarang ini.
Dilihat dari
sistemnya, pendidikan di Indonesia ini mengajarkan seluruh mata pelajaran di
setiap sekolah, seperti IPA, IPS, BAHASA, MATEMATIKA, PKn, TIK dan lain-lain.
Dimana terdapat rincian yang lebih mendalam mengenai IPA yang terdiri dari
kimia, biologi, fisika, dan IPS yang didalamnya ada Sosiologi, Sejarah,
Geografi, Ekonomi, Akuntansi, serta BAHASA yang terdiri dari Bahasa Indonesia,
Jawa, Inggris, dan sebagainya. Hal ini memberikan dampak positif terhadap siswa
siswinya, dimana mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih luas mengenai dunia
luar. Akan tetapi semua itu juga memberatkan siswa, karena mereka harus
mengerti akan semua hal itu supaya mereka dapat mengerjakan tes tes yang
diberikan di sekolah, sebab nilai yang baik sangat mempengaruhi kenaikan kelas
seorang siswa. Dalam hal ini nilai dianggap segala-galanya karena nilai sangat
berpengaruh didalam pendidikan.
Saya akan
jelaskan lebih dalam mengenai hal diatas. Contohnya saja, ketika jam pelajaran
pertama siswa mendapatkan pelajaran biologi, didalam ilmu biologi diajarkan
mengenai adanya bakteri, virus, tumbuhan, binatang, lingkungan, dll. Dijelaskan,
bagaimana perkembangan virus, bakteri dan apa yang menyebabkan mereka dapat
hidup serta dijelaskan pula akibatnya jika virus maupun bakteri berkembang
didalam tubuh manusia. Hal ini membuat siswa siswi menjadi tahu akan apa yang
ada disekitar kita. Sehingga mereka dapat mewaspadai bagaimana cara
mengantisipasi diri dari virus maupun bakteri yang merugikan manusia. Dan pada
jam pelajaran selanjutnya, siswa siswi mendapatkan pelajaran sosiologi, didalam
sosiologi dijelaskan, apa itu makhluk sosial, bagaimana cara bersosialisme, apa
pentingnya bersosialisasi dengan orang lain dan sebagainya. Hal ini juga dapat
mempengaruhi siswa siswi dalam berperilaku yang baik didalam masyarakat. Jadi intinya, ketika siswa diberikan
pelajaran mengenai semua yang ada disekitarnya secara rinci, maka mereka
mempunyai wawasan yang lebih luas, dimana wawasan tersebut dapat membuat siswa
siswi berfikir jauh kedepan untuk dapat menghadapi serta menjalani kehidupan
dengan lebih baik lagi. Dalam hal ini, siswa juga tidak mudah bosan dengan
banyaknya pelajaran yang didapat karena banyaknya pelajaran dianggap sebagian
siswa sebagai variasi pendidikan. Namun
dampak negative dengan diajarkannya semua pelajaran kepada tiap tiap siswa
adalah, mereka cenderung bingung untuk mendalami pelajaran yang diberikan,
akibatnya siswa tidak dapat fokus dengan satu pelajaran saja, tetapi semua
pelajaran harus mereka mengerti agar mendapat nilai diatas rata-rata. Karena
hal inilah siswa menjadi terobsesi dengan nilai yang bagus, sebab sebagian
masyarakat menganggap jika nilai disekolah bagus, itu berarti anak tersebut
lebih pandai daripada yang mendapat nilai dibawah rata-rata. Karena obsesi yang
besar untuk mendapat anggapan bahwa mereka “anak pandai”, banyak siswa yang
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai tujuannya itu. Dengan menghafal
ketika akan ulangan, mencontek teman yang dirasa lebih pandai dari diri
sendiri, dan bahkan dengan membawa sebuah contekan didalam laci. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa bersekolah bukan untuk mencari
pengetahuan namun untuk mencari sebuah nilai yang dianggap segala-galanya. Pada
akhirnya siswa tidak menyadari bahwa pendidikan dianggap mereka hanya sebagai
formalitas. Itu berarti telah terjadi kesalahpengertian akan dunia pendidikan.
Jadi menurut kalian, lebih baik jujur dengan nilai yang tidak cukup bagus
karena belum sepenuhnya mengerti tentang pelajaran atau mendapat nilai bagus karena berbohong dan tidak mengerti sama
sekali dengan pelajaran yang telah disampaikan, semata-mata demi mendapat
sebuah anggapan “anak pintar”dari masyarakat ? Semua ini kembali lagi kepada
pribadi masing-masing orang. Silahkan berfikir bijak dalam menjawab sebuah
pertanyaan, karena sebuah jawaban menentukan jalan hidup anda selanjutnya.
Jika kita
lihat dari segi pemahaman siswa mengenai pelajaran, itu semua tergantung dari
bagaimana guru menerangkan, buku pelajaran yang dimiliki, ataupun fasilitas
lain yang tersedia. Semua itu sebagai alat bantu siswa dalam mempelajari suatu
hal. Disini guru berpengaruh besar dalam maju atau tidaknya siswa yang mereka didik. Misalnya, jika seorang guru hanya terpaku pada satu buku dan dia tidak
mempunyai referensi lain bahkan kurang mempunyai wawasan, maka secara tidak
langsung hal ini akan berdampak kepada muridnya, dimana muridnya tidak mengerti
suatu pelajaran secara keseluruhan karena terbatasnya pengetahuan guru
tersebut. Masalah ini sering terjadi dipelosok-pelosok desa, dimana sarana dan
prasarana yang kurang memadahi disekolah menghambat mereka dalam mempelajari
pengetahuan yang sifatnya berkembang dengan pesat. Tempat yang jauh dan tidak
mudah dijangkau juga sering menjadi alasan pemerintah kesulitan dalam
memberikan sarana dan prasarana yang baik untuk memajukan pendidikan di
lingkungan masyarakat pedesaan. Oleh sebab itu, guru dan muridnya banyak yang
buta terhadap teknologi karena keterbatasan sarana dan prasarana tersebut. Hal
ini membuat mereka kesulitan untuk mengikuti perubahan dan perkembangan yang
terjadi dengan cepat. Mungkin hal itu jarang terjadi di perkotaan, karena
masyarakat di perkotaan dapat mencari referensi lain tentang pendidikan dengan
begitu mudahnya. Dimana mereka dapat memperoleh pengetahuan yang luas dari
internet, tidak hanya itu, di kota sudah banyak toko buku yang tersebar di
berbagai daerah . Hal ini semata mata karena dampak positif kemajuan IPTEK bagi
dunia pendidikan. Jadi kesimpulannya, pendidikan di pedesaan dan di perkotaan
menjadi berbeda karena sarana dan prasarana yang mereka peroleh juga berbeda.
Mungkin dengan demikian, pemerintah harus lebih berusaha untuk memajukan
pendidikan di pelosok desa, agar semua masyarakat sama sama mendapat pengetahuan
untuk bekal dalam menjalani hidupnya.
Dari segi
kepemilikan harta, sesorang yang kaya lebih mudah untuk mendapatkan pendidikan
yang baik di sekolah daripada sesorang yang dianggap kurang mampu. Hal ini
terjadi karena mahalnya pendidikan di Indonesia. Yang membedakan pendidikan
sekarang adalah, seorang yang membayar lebih mahal akan mendapat sarana dan
prasarana yang lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang membayar lebih
murah akan mendapat sarana dan prasarana yang cukup layak bahkan tidak layak.
Kerena inilah keadilan mulai sulit ditegakkan. Bahkan sekarang ini banyak siswa
berduit yang mulai berani membayar guru bahkan kepala sekolah hanya demi
mendapatkan kenyamanan didalam sekolah. Lalu apa kabar dengan mereka yang
kurang mampu, mungkin sekarang mereka sudah tidak dapat merasakan pendidikan
karena mahalnya biaya yang dibutuhkan. Terkadang, untuk makan saja mereka
bertaruh hidup hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, apalagi untuk bersekolah?
Mungkin sebagian dari mereka sudah putus asa untuk dapat merasakan dunia
pendidikan, bahkan untuk membayangkannya pun mungkin mereka tidak sanggup. Lalu
bagaimana masyarakat miskin di Indonesia dapat berkurang, jika mereka saja
kesulitan dalam mendapatkan sebuah pendidikan. Bagaimana mereka dapat hidup
dengan baik di dalam dunia yang mengalami perubahan sosial yang berkembang
dengan cepat, jika mereka saja tidak mengerti akan pengetahuan yang ada di
dunia. Saya rasa hanya orang-orang yang mempunyai hati mulialah yang mau
membantu dan memperhatikan hidup mereka agar menjadi lebih baik. Lalu siapa
lagi yang dapat mengatasi ketidakadilan ini, jika bukan dari diri masing masing
orang yang menyadari perbuatan ini. Kembali lagi pada biaya pendidikan yang
mahal. Banyak isu beredar bahwa semua pendidikan akan digratiskan, namun
kenyataannya biaya pendidikan sekarang ini justru semakin mahal. Dalam hal ini
kita tidak dapat saling menyalahkan, mungkin introspeksi diri adalah salah satu
cara yang tepat untuk menyadari ketidakadilan tersebut.
Dari tiga
sudut pandang tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kualitas pendidikan
di Indonesia sudah baik. Namun karena mahalnya biaya yang diperlukan, justru
menyulitkan rakyat untuk dapat memperoleh pendidikan itu sendiri. Keadilan juga
harus ditegakkan didalam dunia pendidikan, supaya semua warga dapat merasakan pendidikan
yang baik di Indonesia.
nice post :)
BalasHapusmakasih sudah baca :)
HapusKunjungan perdana sobat :) slam knal
BalasHapusvisit n koment back y dblogq :)
klo boleh skalian follow blogq y nnti ak follow balik.